Ketua PPLN Kuching, Serawak, Joko Suprapto mengatakan, pasangan SBY-Boediono unggul 81,24 persen meninggalkan pasangan lain.
"Untuk pasangan nomor dua memperoleh suara 298 atau 81,24 persen. Sedangkan pasangan nomor satu 45 suara atau 12,30 persen dan pasangan nomo tiga 23 suara atau 6,28 persen," kata Joko kepada detikcom, Kamis (9/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan SBY-Boediono juga unggul di Kota Kinabalu, Johor Bahru, dan Pulau Pinang. Ketua PPLN Kota Kinabalu, Abas mengatakan, ketiga pasangan capres-cawapres bersaing ketat meskipun akhirnya dimenangi oleh pasangan nomor dua.
"Pasangan nomor satu mendapat 553 suara, pasangan nomor dua 991, dan pasangan nomor tiga 613 suara," kata Abas. Pasangan SBY-Boediono menang di 10 TPSLN yang disiapkan oleh PPLN Kota Kinabalu. DPT Kota Kinabalu mencapai 34.759 orang. Sebagian besar pemungutan suara dilakukan melalui pos.
Kemenangan juga di raih pasangan SBY-Boediono di Pulau Pinang. Di wilayah ini SBY-Boediono memperoleh 534 suara dari TPSLN. Sedangkan Mega-Prabowo 104 suara, JK-Wiranto 76 suara, dan suara tidak sah 60.
Untuk wilayah Johor Bahru, pasangan SBY-Boediono memperoleh 826 suara, disusul pasangan Mega-Prabowo dengan 89 suara dan pasangan JK-Wiranto 87 suara. Total DPT Johor Bahru mencapai 59.510 orang, di mana 1.043 pemilihan melalui TPSLN dan sisanya 58.467 melalui pengiriman pos.
Total DPT se-Malaysia mencapai 450.969 orang. 80 persen pemungutan suara dari DPT tersebut dilakukan melalui pengiriman pos. Penghitungan surat suara yang dikirimkan melalui pos dan drop box (khusus wilayah kerja Kuala Lumpur) dilakukan mulai H+1 hingga H+10.
(rmd/ken)











































