Forum Syuriah PBNU Diminta Evaluasi Hasyim Muzadi

Bawa PBNU ke Politik Praktis

Forum Syuriah PBNU Diminta Evaluasi Hasyim Muzadi

- detikNews
Kamis, 09 Jul 2009 16:28 WIB
 Forum Syuriah PBNU Diminta Evaluasi Hasyim Muzadi
Jakarta - Ketua PBNU Hasyim Muzadi dinilai terlalu ceroboh membawa-bawa institusi mendukung capres tertentu. Sikap Hasyim dikhawatirkan mengakibatkan citra NU rusak. Sikap politik Hasyim pun diminta dievaluasi.

"Ini ibarat main bola, sudah off side, maka harus ada hukuman berupa tendangan bebas. Artinya forum syuriah PBNU harus mengevaluasi terhadap perilaku politik praktis yang dilakukan oleh ketua PBNU," kata kader muda NU Marwan Jafar kepada detikcom, Kamis (9/7/2009).

Dalam Pilpres 2009, Hasyim Muzadi menjadi salah satu model iklan serial negarawan yang memuji kepemimpinan Jusuf Kalla (JK). Sehari sebelum Pilpres, JK-Wiranto mendatangi PBNU untuk menemui Hasyim Muzadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ketua Dewan Penasehat Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba) ini, jika semua elit dan pengurus NU tidak memperbaiki diri sejak sekarang, masa depan NU tidak akan diperhitungkan lagi dalam kancah politik kebangsaan. Karena itu semua kekuatan NU baik yang kultural maupun struktural harus segera bangun untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap jamiyah NU.

"Pada tahun 2004 lalu sudah dibawa ke politik praktis. Pilkada Jatim juga begitu, yang terbaru Pilpres 2009 ini. Semuanya kalah lagi. Karena itu semua kekuatan NU harus bersama-sama merecovery keterpurukan lembaga NU baik induknya maupun badan otonomnya," pinta politisi senayan ini.

Marwan menilai, jika semua kekuatan NU tidak melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap perilaku elit organisasinya, masa depan NU akan semakin suram untuk terlibat dalam berbagai politik kebangsaan yang produktif. Hal ini disebabkan karena citra NU yang dipahami orang terkait seruannya yang tidak didengar umatnya dalam Pilpres akan selalu menjadi ganjalan dan cara pandang orang terhadap NU.

"Kalau tidak diperbaiki, ini akan sangat membahayakan masa depan NU. Karena publik akan menilai bahwa NU tidak berharga lagi buktinya NU tidak punya legitimasi lagi oleh umatnya karena gagal membuktikan seruannya terkait pilpres kali ini," pungkasnya.
(yid/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads