Aburizal Bakrie dan Surya Paloh siap berhadap-hadapan untuk mengantikan JK. Fadel Muhammad pun juga tak ingin melewatkan momen ini. Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo ini diprediksi akan menjadi kuda hitam.
Sumber detikcom di DPP Golkar menjelaskan, pertarungan antara Aburizal Bakrie alias Ical dan Surya Paloh dalam Munas dipercepat merupakan pertarungan lanjutan sejak keduanya berkeinginan menduduki kursi ketua umum Partai Golkar. Bahkan kedua tokoh ini sudah menyiapkan tim sukses dan menggalang konsolidasi sebelum pileg dan pilpres kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu ketua DPP ini menjelaskan bahwa persiapan kedua tokoh untuk mengantikan JK ini bahkan sudah dirancang sedemikian rupa. Masing-masing kubu sudah membuat strategi dan rencana struktur partai jika mampu memenangkan kompetisi di tubuh partai warisan Soeharto itu.
"Kabarnya Pak Ical sudah membuat rencana struktur partai jika terpilih sebagai ketua umum. Saya dengan Pak Surya Paloh juga demikian. Jadi memang keduanya benar-benar sudah siap," paparnya.
Caleg DPR RI itu menjelaskan bahwa kubu Ical yang sudah dipastikan siap untuk menghadang kubu Surya adalah Agung Laksono, Akbar Tandjung, Yoris Raweyai, Firman Subagyo, Muladi dan beberapa tokoh Golkar lainnya. Sementara Surya kabarnya mendapat dukungan JK, Siswono Yudhohusodo, Burhanudin Napitupulu, Syamsul Muarif dan beberapa ketua DPP Golkar lainnya.
"Bahkan sudah beredar di DPD-DPD itu kalau Pak Ical menang, Akbar Tandjung yang jadi ketua dewan penasihat dan Agung jadi wakil ketua umum. Sementara Jika Surya yang menang, JK jadi dewan penasihat dan Siswono yang jadi wakil ketua umum," paparnya.
Saat ditanya bagaimana kekuatan masing-masing kubu ini, sumber itu menjelaskan bahwa kubu Ical memeng terlihat lebih solid dan kuat karena didukung oleh dana dan jaringan Akbar Tandjung yang kuat. Sementara kubu Surya masih mengandalkan jaringan JK yang saat ini menjadi wapres dan posisi Surya sebagai ketua dewan pembina.
"Kalau soal dana, saya kira semua tahu Ical pasti lebih besar, apalagi didukung kekuatan jaringan Akbar yang masih solid. Sementara Surya masih memenfaatkan struktur yang ada sekarang," papar dia.
Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan bahwa jika tidak ada titik temu dari kedua tokoh ini, memang berpeluang besar muncul kuda hitam. Kuda hitam itu adalah ketua DPD Golkar Gorontalo. Kabarnya, peluang Fadel masih terbuka jika dia mendapat dukungan dari SBY.
"Bisa saja Fadel menjadi kuda hitam dengan memanfaatkan emosi pengurus DPD. Tapi ini jauh jika Fadel tidak mendapat back up dari penguasa. Apalagi Ical kabarnya juga sudah 'direstui' oleh orang kuat negeri ini," pungkasnya. (yid/asy)











































