"Dinamika di Golkar yang ada ke sana dan ada yang ke sini, ada yang ke sana malu-malu mengakui. Kalau saya tidak biasa berkhianat karena itu butuh keahlian," kata Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris.
Hal itu disampaikan pria yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian itu di Slipi II, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang tidak kalah mempengaruhi suara JK menurut Fahmi adalah soal ketidakakuratan daftar pemilih tetap (DPT). Fahmi mengatakan, ada 11 juta pemilih bermasalah di DPT yang tidak sempat diperbaiki karena mepetnya waktu.
"Soft copy memang kita perbaiki tapi hard copy sudah terbagi ke TPS-TPS," katanya.
Faktor terakhir adalah kurangnya sosialisasi soal diperbolehkannya memilih dengan kartu tanda penduduk (KTP). "Faktor lain seperti pakai KTP tapi harus pakai kartu keluarga (KK), orang yang bepergian tidak selalu dong bawa KK. Nah itu tidak bisa memilih," katanya.
"Jadi siapa saja yang terpilih harus memperbaiki DPT paling lambat setahun," lanjut Fahmi.
(ken/iy)











































