Surat suara yang mengejutkan ini diketahui saat panitia TPS membuka surat suara tersebut sekitar pukul 20.00 waktu Wina, Rabu (8/7/2009) atau pukul 01.00 WIB, Kamis (9/7/2009). Begitu dijembreng, surat suara itu terdapat tulisan 'Pro USA' di atas foto SBY-Boediono.
Melihat hal ini, Ketua KPPLSN Wina, Mauritz Lumbantobing, spontan berseru, "Wah ini jelas tidak sah. Keterlaluan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Quick Count Pengaruhi Pemilih
Sementara itu Ali Nasir, Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Wina, mengatakan bahwa publikasi hasil quick count oleh lembaga-lembaga survei cukup mengganggu para pemilih untuk memilih pasangan capres-cawapres. Pencontrengan di Wina dimulaiĀ sejak pukul 11.00 hingga 19.00 waktu setempat.
Sebelum menyalurkan hak pilihnya, banyak warga sudah menyimak hasil quick count yang diumumkan oleh berbagai lembaga survei di tanah air. "Ini cukup mengganggu pelaksanaan pemungutan suara hari ini," ungkap Ali.
Bahkan berita tentang kemenangan pasangan SBY-Boediono, sudah terpampang di media informasi layar lebar jaringan kereta bawah tanah kota Wina, sepanjang siang kemarin.
Sepanjang pengamatan detik.com, hanya pada awal-awal saja warga bersorak riuh mengikuti jalannya perhitungan suara. Di separuh jalan proses perhitungan, warga mulai tidak antusias lagi dan satu persatu meninggalkan TPS yang berlokasi di gedung KBRI Wina ini.
Pasangan SBY-Boediono unggul cukup telak, meninggalkan pasangan capres lainnya. Pasangan dengan nomor urut dua ini meraih 142 suara (67%) diikuti oleh JK-Wiranto dengan 35 suara (16,6%) dan 26 suara (12,3%) untuk pasangan Megawati Prabowo.
Namun Ali menambahkan, pelaksanaan Pilpres kali ini sudah cukup baik dibandingkan dengan pelaksanaan pemilu legislatif April lalu. Tingkat partisipasi warga naik sekitar 10%. Dari 254 kartu suara yang dipersiapkan, terpakai 211 suara dengan 8 kertas suara dianggap tidak sah.
Di seluruh Austria, ada 533 nama yang tercatat dalam DPT. Karena kendala geografis, sebagian besar warga memilih untuk menyalurkan aspirasinya melalui pos. Panitia sendiri masih menunggu suara susulan yang masuk hingga 18 Juli 2009 nanti. Baru setelah itu hasil akhir perhitungan secara resmi diumumkan, untuk kemudian dilaporkan ke KPU pusat. (asy/asy)











































