"Pilpres jauh lebih mudah secara teknis di lapangan, tanggal 22-24 Juli rekap sudah dilaksakanan. Verifikasi 25-27 Juli. 27 Juli sudah diketahui, kalau tidak bisa bahaya bagaimana logistiknya," kata Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary.
Hal ini disampaikan dia dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2009).
Hafiz mengaku mendesak perwakilan KPU di daerah agar segera melakukan perhitungan. Tujuannya melakukan percepatan tahapan pemilu.
"Seharusnya besok baru dihitung tapi saya desak supaya hari ini dihitung karena sudah cepat sekali selesai," ujar Hafiz.
Ironisnya, masih ada sejumlah wilayah di tanah air yang sampai hari ini belum mencontreng capres-cawapres.
"Kalau yang belum pencontrengan hanya Papua, masih 60 TPS dari total 105 yang belum. Memang tidak bisa dilaksanakan serentak karena problema-problema yang sama dengan pemilu legislatif, kondisi alam yang sulit. Heli yang sudah naik turun lagi," kata Hafiz.
Namun demikian, Hafiz menilai Pilpres jauh lebih mudah dari Pileg 9 April lalu. Hafiz pun mengenang beratnya Pileg tiga bulan lalu.
"Legislatif lalu sampai malam juga belum selesai karena jumlah kotak suara empat dan calegnya banyak," ujar Hafiz.
Hal ini yang membuat Hafiz optimis semua tahapan Pilpres berjalan sesuai jadwal. "Kalau melihat percepatan sepertinya akan sesuai target," kata dia.
(van/aan)











































