"Hasil yang diperoleh Mega-Prabowo membuktikan kalau mereka punya kader yang militan dan solid. Sehingga jaringan mereka di daerah bisa mendongkrat suara," jelas pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (8/7/2009).
Berdasarkan quick count, Mega-Prabowo yang bisa dikatakan hanya didukung PDIP dan Gerindra meraih sekitar 27% suara. Perolehan ini meningkat signifikan dibanding hasil perolehan PDIP dan Gerindra ditambah sejumlah parpol kecil dalam Pemilu Legislatif lalu. Bila dijumlah, perolehan suara PDIP dan Gerindra serta parpol-parpol mitra koalisi hanya 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY-Boediono yang berhasil menggandeng banyak partai politik (parpol) sebagai mitra koalisi hanya bisa meraih 60%. Sedangkan JK-Wiranto malah mendapat sekitar 12 % suara, jaug di bawah jumlah perolehan suara Golkar dan Hanura dalam Pemilu Legislatif lalu.
Selain karena memiliki kader yang solid, menurut Qodari, Mega-Prabowo juga dipilih oleh masyarakat yang tidak suka dengan pemerintahan sekarang. "Orang-orang yang tidak senang dengan pemerintahan SBY-JK, tentu mengalihkan dukungannya ke Mega-Prabowo. Sebab SBY dan JK dianggap sama-sama incumbent," ujar Qodari. (ddg/asy)











































