"Sebetulnya memang politik aliran sudah cair, sudah tidak ada. Jadi preferensi pemilih sudah bukan lagi pada identitas kultural, tapi pada tokoh dan dalam hal ini figur SBY lebih kuat dibanding tokoh agama itu," kata pengamat politik Syamsudin Haris saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/7/2009).
Dia menjelaskan, selain tokoh agama yang memang sudah tidak melekat kepada anggotanya, memang calon pesaing yang tampil dalam pilpres melawan SBY masih jauh sisi kefigurannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi hal ini juga bukan berarti masyarakat sudah berpikir realistis dalam memilih. "Ini karena kefiguran SBY yang mengalahkan tokoh agama dan pesaingnya, buktinya masyarakat tidak melihat isu dan kebijakan yang diperjuangkan, tetapi pada tokoh," tutupnya.
(ndr/asy)










































