JK Tergusur, Koalisi Besar Bubar

Kalah Pilpres

JK Tergusur, Koalisi Besar Bubar

- detikNews
Rabu, 08 Jul 2009 17:33 WIB
 JK Tergusur, Koalisi Besar Bubar
Jakarta - Rencana beberapa parpol besar seperti Partai Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindra membangun koalisi besar di parlemen akan menjadi mimpi belaka jika JK tergusur dari kursi ketua umum Golkar. Sumber detikcom di DPP Golkar memastikan bahwa koalisi besar tidak akan berlanjut jika kepemimpinan Golkar tidak lagi di bawah kendali JK.

"Kalau partai memutuskan untuk menggelar munas dipercepat dan Pak JK dinilai gagal sehingga diganti, ya koalisi besar yang dulu pernah ditandatangani akan tidak bermakna lagi," kata sumber itu, Rabu (8/7/2009).

Menurut pengurus DPP Golkar ini, partai berlambang pohon beringin ini dalam sikap politiknya selalu ingin berbuat yang terbaik untuk rakyat. Caranya dengan ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dengan ikut terlibat dalam pemerintahan dan menjadi bagian dari pemerintah yang berkuasa.
 
"Politik itu semangat awalnya bagaimana kita berkuasa dan kekuasaan itu semaksimal mungkin untuk rakyat. Mana ada kita berpolitik tapi tidak ingin berkuasa, sederhana saja kita berfikir," papar politisi senior Golkar ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli menilai jika Golkar meninggalkan komitmennya bergabung dengan koalisi besar, citra Golkar akan semakin terpuruk. Sebab rakyat akan semakin meyakini bahwa Golkar hanya dimainkan oleh elit-elitnya untuk meraih kekuasaan semata, bukan memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Kalau berubah haluan, citra Partai Golkar akan semakain terpuruk. Yang perlu diselamatkan sekarang adalah masa depan partai di hadapan publik, bukan masa depan para elit-elit itu yang ingin berkuasa terus," paparnya.

Lili tidak menafikkan kemungkinan bubarnya koalisi besar jika JK digulingkan dari posisinya sebagai ketua umum Partai Golkar. Hal ini disebabkan karena memang sudah ada gerakan sejak lama yang menginginkan agar posisi JK diganti akibat kegagalannya membawa Golkar sebagai pemenang dalam pileg 9 April lalu.

"Kalau terjadi penggusuran (JK), ya bukan tidak mungkin koalisi besar itu akan bubar. Tetapi sekali lagi, Golkar akan dicap sebagai partai pramatis yang hanya mengejar kekuasaan semata," paparnya.

(yid/nrl)


Berita Terkait