"Kalau partai memutuskan untuk menggelar munas dipercepat dan Pak JK dinilai gagal sehingga diganti, ya koalisi besar yang dulu pernah ditandatangani akan tidak bermakna lagi," kata sumber itu, Rabu (8/7/2009).
Menurut pengurus DPP Golkar ini, partai berlambang pohon beringin ini dalam sikap politiknya selalu ingin berbuat yang terbaik untuk rakyat. Caranya dengan ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dengan ikut terlibat dalam pemerintahan dan menjadi bagian dari pemerintah yang berkuasa.
"Politik itu semangat awalnya bagaimana kita berkuasa dan kekuasaan itu semaksimal mungkin untuk rakyat. Mana ada kita berpolitik tapi tidak ingin berkuasa, sederhana saja kita berfikir," papar politisi senior Golkar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau berubah haluan, citra Partai Golkar akan semakain terpuruk. Yang perlu diselamatkan sekarang adalah masa depan partai di hadapan publik, bukan masa depan para elit-elit itu yang ingin berkuasa terus," paparnya.
Lili tidak menafikkan kemungkinan bubarnya koalisi besar jika JK digulingkan dari posisinya sebagai ketua umum Partai Golkar. Hal ini disebabkan karena memang sudah ada gerakan sejak lama yang menginginkan agar posisi JK diganti akibat kegagalannya membawa Golkar sebagai pemenang dalam pileg 9 April lalu.
"Kalau terjadi penggusuran (JK), ya bukan tidak mungkin koalisi besar itu akan bubar. Tetapi sekali lagi, Golkar akan dicap sebagai partai pramatis yang hanya mengejar kekuasaan semata," paparnya.
(yid/nrl)











































