"Rakyat kita sudah mengalami berbagai gejolak, mereka ingin kepastian. Ini berbeda dengan di AS yang mengendaki perubahan," kata sosiolog UI Imam Prasojo di Studio 1 TransCorp, Jl Kapten Tendean, Jakarta, Rabu (8/7/2009).
Rakyat Indonesia, kata Imam, belum tentu puas dengan capaian SBY selama 5 tahun ini. Namun mereka lebih memilih SBY karena telah terlihat kinerjanya dan ada kepastian.
"Belum tentu mereka sangat puas dengan SBY, tapi ya daripada daripada, mending ini. Rakyat sudah capek," kata Imam menebak pikiran rakyat.
Sementara itu, pengamat politik Unair Kacung Maridjan mengatakan, kemenangan ini menunjukkan masyarakat Inodonesia telah rasional. Mereka tidak lagi tergantung pada orang lain atau terkungkung oleh ikatan-ikatan ideologis dalam menentukan pilihan.
"Dulu ada 2 aspek dalam menjelaskan politik di Indonesia. Pertama ideologi aliran, kedua kepemimpinan. Sekarang ada penjelasan ketiga, yaitu pilihan rasional," kata Kacung.
Kacung mengatakan, SBY sebagai incumbent memang mendapatkan posisi lebih dibanding lawan-lawannya. Rakyat cenderung memilih incumbent jika pemimpin itu tidak banyak berulah.
"Incumbent itu cenderung terpilih asal tidak neko-neko," imbuh Kacung.
(sho/aan)











































