JK Kalah Telak Akibat Mesin Golkar Tak Bergerak

JK Kalah Telak Akibat Mesin Golkar Tak Bergerak

- detikNews
Rabu, 08 Jul 2009 15:30 WIB
JK Kalah Telak Akibat Mesin Golkar Tak Bergerak
Jakarta - Perolehan suara pasangan JK-Wiranto yang diprediksi tidak mencapai 20 persen diduga akibat mesin Partai Golkar tak memihak JK. Hal ini mengakibatkan dukungan kader Golkar tidak efektif mengarah kepada pasangan JK-Wiranto.

"Saya kira memang telah terjadi kesenjangan antara massa Golkar dengan elit yang ada saat ini. Sehingga hasil dukungan JK-Wiranto tidak mencermikan perolehan suara Golkar dan Hanura. Ini akibat massa politik yang cair sekali dan mesin partai tak beralasan," kata pengamat politik M Alfan Alfian kepada detikcom, Rabu (8/7/2009).

Menurut Direktur Riset dan Publikasi Akbar Tandjung Institute ini, kekalahan pasangan JK-Wiranto yang didukung Golkar membuktikan bahwa soliditas elit Golkar juga berpengaruh terhadap kekalahan pasangan nomor urut 3 ini. Selain itu, posisi pencapresan JK yang dipaksakan juga menjadi faktor mesin Golkar dan kader Golkar tak sepenuh hati mendukung JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira ada berbagai faktor yang mempengaruhi itu (kekalahan). Tidak kompaknya elit Golkar menjadi preferensi politik massa Golkar. Kedua, proses kemunculan JK sendiri yang diputuskan dalam forum politik yang eksklusif yang tidak melibatkan secara merata elemen Partai Golkar dari tingkat atas ke bawah. Proses keputusan yang elitis itu sangat berpengaruh," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan SBY-Boediono sesuai hasil hitung cepat diprediksi akan menang satu putaran karena perolehannya mencapai 50 persen lebih di semua lembaga survei. Pasangan SBY-Boediono meninggalkan lawannya dengan mulus. Pasangan JK-Wiranto yang diduga akan masuk putaran kedua justru berada dalam posisi terbuncit dengan perkiraan perolehan suara antara 13-20 persen.

Misalnya, hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat perolehan pasangan SBY-Boediono sampai pada sampel 70 persen mencapai angka 60,30 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 26,35 persen dan pasangan JK-Wiranto 13,36 persen.

Sementara Lembaga Riset Informasi (LRI) pimpinan Johan Silalahi yang diduga lebih dekat kepada JK mencatat 58,50 persen untuk pasangan SBY-Boediono. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 25,95 persen dan pasangan JK-Wiranto 15,55 persen. (yid/nrl)


Berita Terkait