Hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat perolehan pasangan SBY-Boediono sampai pukul 13.20 WIB mencapai angka 52,48 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 19,23 persen dan pasangan JK-Wiranto 28,29 persen.
Sementara quick count yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mencatat pasangan SBY-Boediono pada pukul 13.20 WIB mencapai angka 53,25 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 20,55 persen dan pasangan JK-Wiranto 26,20 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga survei Cirrus dalam hitung cepatnya juga mencatat kemenangan SBY-Boediono sampai 57 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 26,47 persen dan pasangan JK-Wiranto 16,51 persen.
Berbeda dengan 3 lembaga survei tersebut, Lembaga Riset Indonesia (LRI) pimpinan Johan Silalahi mencatat hasil hitung cepat LRI mencatat perolehan SBY di bawah 50 persen, tepatnya 49,14 persen. Sementara pasangan Megawati-Prabowo memperoleh angka 26,43 persen dan pasangan JK-Wiranto 24,42 persen.
Dari hasil hitung cepat ini, memang SBY diprediksi paling unggul. Bahkan jika perolehan SBY stabil di atas 50 persen lebih, SBY bisa mengakhiri Pilpres kali ini dengan satu putaran.
Hal ini didasarkan pada UU Pilpres yang menyebutkan Pilpres bisa dilakukan satu putaran apabila pasangan capres memperoleh suara 50 persen lebih yang persebaran suaranya mencapai angka 20 persen lebih di minimal 17 provinsi. Akankan pilpres kali ini satu putaran atau 2 putaran?
(yid/iy)











































