Warga Ambon Banyak yang Pilih Wisata Timbang Nyontreng

Warga Ambon Banyak yang Pilih Wisata Timbang Nyontreng

- detikNews
Rabu, 08 Jul 2009 12:12 WIB
  Warga Ambon Banyak yang Pilih Wisata Timbang Nyontreng
Ambon - Sepinya pemilih di Ambon berbuntut pada tingkat golput yang tinggi. Hingga ditutupnya TPS, angka golput lebih besar dibanding yang menggunakan hak pilihnya.Β 

Pada tiga TPS di kelurahan Silale, kecamatan Nusaniwe, sebanyak 1.028 warga tidak datang mencontreng. Padahal pemilih yang tercantum pada DPT sebanyak 1.758.

TPS 4 dengan jumlah pemilih terdaftar sebanyak 604, yang menggunakan hak pilih hanya 224 orang. Kondisi sama terjadi pada TPS 5 kelurahan yang sama. Dari 599 pemilih yang datang mencontreng hanya 260 orang. Tidak berbeda jauh, pada TPS 6, dari 583 pemilih terdaftar, hanya 251 yang datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga ketua PPS yang ditemui detikcom mengaku heran. "Kami juga heran. Kok banyak warga yang tidak datang mencontreng. Padahal semua warga sudah diberi undangan," kata Fahrudin Reza Ohorella, ketua PPS 5 kepada detikcom, usai ditutupnya TPS.

"Saya juga tidak alas an warga tidak datang contreng. Memang sejak dibuka TPS pukul 08.00, TPS sangat sepi," ungkap Pabowo, ketua PPS 6.

Ketua RT 03/001 kelurahan Silale, M. Sihan Arfan, mengatakan, pihaknya bahkan membagi undangan ke warga hingga pagi hari tadi. "Kami bagi undangan sampai pagi hari. Kok banyak yang tidak datang memilih," ucap Arfan.

Pantauan detikcom, ternyata banyak warga Ambon yang memilih berlibur ke sejumlah pantai wisata dari pada datang mencontreng. "Dapat undangan. Tapi anak-anak ajak ke pantai Natsefa. Jadinya kami tidak gunakan hak pilih," ujar Mardiana (37) warga Kebun Cengkih, kecamatan Nusaniwe, saat disambangi detikcom di pantai Natsefa.

Berbeda dengan Mardiana, Alex Pontoh (42) warga kelurahan Uritetu, mengaku tidak mendapatkan undangan. "Kami tunggu sejak kemarin. Namun sampai pagi hari tadi, undangan juga belum kami terima. Jadi saya sama keluarga memilih ke lokasi wisata air panas," ujar Alex.

Sementara itu, sambil menunggu perhitungan suara, petugas PPS dan saksi-saksi yang berada di TPS pada kelurahan Silale, memilih makan siang. "Suara akan kami hitung pukul 13.00 wit," ujar Ohorella, ketua PPS 5.Β 

Dilain pihak, empat warga yang dating menggunakan hak pilihnya dengan KTP plus kartu keluarga. "Hingga penutupan TPS, hanya empat warga yang dating memakai KTP dan kartu keluarga," kata ketua PPS 6, Pabawo.

(han/djo)


Berita Terkait