"Mudah-mudahan nggaklah. (Dokumen) itu kan tanda serah terima hasil verifikasi dan berkas softcopy yang mereka verifikasi. Ternyata setelah saya periksa memang itu laporan tentang hasil verifikasi serta rekomendasi mereka," kata Hafiz di kediamannya di Jl Siaga Raya, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2009).
Hafiz mengatakan, setelah diperiksa ternyata laporan hasil verifikasi dari tim kampanye sama dengan laporan mereka 4 Juli lalu di mana ditemukan 5,8 juta pemilih dengan NIK sama di Jawa. Padahal tanggal 5 Juli KPU mendapat laporan dari KPU kabupaten/kota bahwa temuan itu tidak benar.
"Tapi tetap wajib kita tindaklanjuti karena itu kesepakatan bersama," kata Hafiz.
Untuk menindaklanjuti hasil verifikasi itu, KPU telah mengirimkan hasil tersebut ke daerah kemarin. Nama-nama ganda dan semacamnya akan disisir untuk membenahi DPT.
Hafiz menambahkan, sejak 17 April sebenarnya KPU telah menyisir DPT. Perubahan hasil penyisiran itu tidak dilakukan pada softcopy DPT, melainkan di hardcopy-nya.
"Jadi siapa pun yang membuka softcopy-nya tidak berubah," kata Hafiz.
(sho/aan)










































