Pantauan detikcom pada TPS IVΒ kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, misalnya, dari jumlah pemilih 604, baru yang mencontreng hingga berita ini naik, berjumlah 58 orang. Kondisi yang sama terjadi pada TPS V, baru 28 warga yang ikut contreng dari 599 pemilih yang terdaftar pada DPT.
TPS VI kelurahan yang sama juga demikian. Dari 583 pemilih yang terdaftar, baru 37 warga yang dating memberikan haknya.
Kondisi ini agak berbeda dengan Pemilihan Legislatif lalu, pada kelurahan Silale, jumlah TPS yang tersedia saat itu, enam TPS, dan warga antri untuk mencoblos.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah beri undangan dan juga beritahu bahwa KTP bias digunakan asal disertai dengan kartu
keluarga. Sayang hingga kini partisipasi warga untuk datang mencontreng masih kurang. Kami tidak tahu kenapa," papar Ohorella, Rabu (8/7/2009).
Keheranan juga ditampakan ketua PPS VI, Pabowo, "Sudah dua jam lebih baru sebagian kecil warga yang datang mencontreng. Padahal waktu pemilihan legislative kemarin, paling banyak bahkan warga terpaksa antri," kata Pabowo.
Lalu Lintas Sepi
Sementara itu, lalu lintas di kota Ambon sepi. Hanya satu dua kenderaan yang melintas. Sebagian besar swalayan dan ruko juga memilih tutup. Pasar Mardika dan Batu Merah yang biasanya ramai pengunjung juga terlihat sepi. Bahkan tiga terminal utama di kota Ambon, hanya berisikan belasan mobil angkutan.
"Dari pagi sepi pengunjung. Belum ada yang datang beli," ujar Hefina, penjual sembako di Ruko Batu Merah.
Pantauan detikcom, nampak penjagaan aparat kepolisian, Brimob dan TNI bersenjataan lengkap menghiasai setiap sudut kota Ambon.
(han/djo)











































