"Sekitar 45 ribu atau 10 persen TPS yang telah terregistrasi," kata anggota KPU Abdul Aziz di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2009).
Dengan sistem SMS ini, tiap TPS akan mendapatkan 1 nomor khusus yang terhubung dengan KPU pusat melalui jaringan Telkomsel. Nomor ini akan digunakan untuk mengirimkan hasil penghitungan suara di TPS ke KPU pusat. Selanjutnya KPU pusat akan mengolahnya dan menampilkannya di website khusus.
Namun mengingat baru 10 persen dari seluruh TPS yang telah terhubung, masih diragukan kinerja sistem ini. Meski begitu, menurut Aziz KPU tetap akan menggelar penghitungan cepat itu mulai besok.
"Tetap akan kita laksanakan," tegasnya.
Sepuluh persen itu, lanjut Aziz, telah mewaili pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Malam ini KPU tengah mengupayakan menambah jumlah TPS yang terhubung.
"Targetnya 50-60 ribu," kata Aziz.
Kendala yang dihadapi KPU, kata Aziz, adalah penyediaan nomor bagi KPPS. Sebab banyak di antara mereka yang memiliki nomor tapi bukan dari Telkomsel. Padahal jalur ini hanya bisa digunakan untuk nomor Telkomsel.
Mengenai operasionalnya di TPS, Aziz memastikan para petugas KPPS telah
mengetahui caranya. KPU telah menyosialisasikan sistem tersebut kepada mereka.
"Bahkan ada CD khusus yang berisi petunjuk untuk itu," kata Aziz.
Sementara itu untuk memastikan keamanan data, SMS yang dikirim dari TPS hanya bisa dibuka dengan kode khusus. Hanya 1 orang dari KPU dan 1 orang dari Telkomsel yang mengetahui kode tersebut.
Sedangkan untuk pengamanan di TPS, Aziz mengandalkan kepada saksi dan pengawas di lapangan. Mereka juga harus turut memastikan data yang dikirim adalah data yang benar.
Selain itu, setiap laporan harus menyampaikan jumlah DPT selain perolehan
masing-masing calon. Hal ini untuk menjamin agar tidak terjadi kelebihan
perolehan suara dibanding DPT di TPS yang bersangkutan.
(sho/ddt)











































