"Nggak ada (intervensi), usul itu justru datang dari saya. Tadinya mereka hanya minta DPT dibuka untuk membantu KPU. Tapi saya pikir kenapa tidak sekalian kita buka sama-sama? Lalu disetujui sama-sama," kata Hafiz di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2009) malam.
Menurut Hafiz, KPU telah mengirimkan undangan resmi ke tiga pasangan calon. Setelah disepakati bersama, ternyata mereka terkendala masalah teknis ketersediaan komputer yang ada di KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap KPU yang menerima bantuan komputer Mega-Prabowo itu diprotes Partai Demokrat dan tim sukses SBY-Boediono. Mereka menilai ada penekanan dan intervensi terhadap KPU oleh kelompok tertentu.
Hasil penyisiran DPT antara KPU dengan tim Mega-Prabowo dan JK-Wiranto memperlihatkan ada 12 juta nama calon pemilih yang bermasalah. Penyisiran DPT bersama itu sudah ditutup pada pukul 15.00 WIB sore tadi.
(sho/asy)










































