Hal itu disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Kaltim, Endang Dwi Wahyuni, kepada detikcom di kantornya Jl Basuki Rahmat, Samarinda, Kaltim, Selasa (7/7/2009).
"Hanya Kota Balikpapan, Kota Samarinda dan Tenggarong sebagai ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara saja yang siap. Daerah lain, saya nggak jamin," kata Endang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal bagaimana KPU daerah mensosialisasikan ulang ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) atau tidak. Terus terang, tidak ada dana khusus bagi KPPS di TPS dari KPU, semisalnya pengadaan telepon selular dan pulsa," ujar Endang.
Dijelaskan Endang pula, KPU menggandeng jasa operator selular untuk pengiriman SMS ke nomor khusus IT KPU Pusat dengan pola pengisian berbagai kode yakni kode propinsi, kode kabupaten dan kota, kode kecamatan, kode kelurahan hingga kode TPS.
"Di KPU Pusat katanya ada 30 server.Tapi apakah benar-benar siap? Bayangkan saja, setiap menit atau setiap detik ada berapa juta sms dari TPS yang mengirim ke nomor khusus itu," terang Endang.
Namun Endang enggan berkomentar ketika ditanya apakah perangkat penghitungan cepat metode SMS oleh KPU mubazir. "Ya,bukannya mubazir. Hanya saja metode SMS tidak akan mencapai hasil maksimal," imbuh Endang.
Dikonfirmasi terpisah, anggota KPUD Samarinda Wahidudin juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, metode SMS memang akan digelar TPS di Samarinda.
"Tapi jujur saja, kita saja belum pernah ujicoba metode seperti itu," ungkap Wahidudin.
(djo/djo)










































