"Pos Malaysia mengucapkan terima kasih karena telah memberi peluang bekerjasama. Kami memastikan sekuritas (pengiriman surat suara ) sudah mantap, very secure," ujar Ketua Bidang Operasi Pos Malaysia Bahaman Kamaruzaman dalam jumpa pers di gedung KBRI Kuala Lumpur, Selasa (7/7/2009).
Bahaman mengatakan, surat suara-surat suara yang telah dihantarkan KBRI ke Pos Malaysia untuk dikirimkan ke WNI calon pemilih terjaga dengan aman. Surat surat-surat suara tersebut, dia mengungkapkan, disimpan dalam ruanganΒ khusus di kantor Pos Malaysia dan hanya pejabat tertentu yang dapat masuk dengan kartu pengenal tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senior Manager Unit Administrasi Produk Mail Pos Malaysia, Shamsuddin Harun mengatakan, Pos Malaysia selalu berkomunikasi dengan perwakilan RI di Malaysia, baik kedutaan RI di Kuala Lumpur maupun konjen RI di Johor, Pulau Pinang, Kuching, dan Kinabalu.
Dia mengungkapkan, pada pilleg lalu diakui adanya oknum WNI yang ingin mengambil surat suara di tiga kantor cabang pos Malaysia dengan mengatasnamakan dari kedutaan RI di Kuala Lumpur. Karena itu, pengamanan pengiriman surat suara melalui pos ditingkatkan. Hal tersebut dia katakan ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya dugaan penggelembungan suara melalui pos yang terjadi pada pilleg lalu.
"Untuk ke depan kami mengembalikan hanya kepada kedutaan. Kami tidak akan serahkan kepada sembarang orang, dan hanya diberikan kepada orang-orang tertentu di kedutaan dan konsuler," terang dia,Β "Pada Pilleg lalu, saya akui terima telepon dari orang luar. Ada satu percobaan mengatasnamakan kedutaan untuk mengambil surat suara, tapi tidak kami berikan. Kita langsung menghubungi Pak Imran (Imran Hanafi, anggota PPLN)," ujar Shamsuddin.
Shamsuddin mengatakan, Pos Malaysia akan mengirimkan surat suara berdasarkan alamat yang telah diberikan oleh pihak PPLN. Mengenai adanya nama ganda dengan alamat yang sama, menurutnya, bukan menjadi kewenangan Pos Malaysia untuk membatalkan pengiriman.
"Kami hanya mengirimkan. Surat-surat ini kami kirimkan sesuai daftar alamat yang diberikan," jelasnya.
Anggota PPLN Imran Hanafi menambahkan, alamat-alamat calon pemilih yang telah didata PPLN dalam DPT untuk pilpres lebih baik dan teratur jika dibandingkan dengan Pilleg lalu. "Bahkan kami terima balik dari Pos Malaysia hanya 3 surat dengan technical error. Kami bisa yakinkan 95 persen alamatnya jelas," kata Imran.
Di Malaysia, DPT total mencapai 450.969 orang dimana DPT Kuala Lumpur mencapai 230.084 orang. 189.150 orang diantaranya dilakukan melaui pos dan 43.;918 melalui drop box di 206 titik.
Pengiriman surat suara sudah dilakukan secara bertahap sejak seminggu lalu. Sedangkan pengembalian dan penghitungan suara dilakukan hingga H+10.
(rmd/ken)











































