Quick Count Dibayari Munculkan MURI (Musibah Republik Indonesia)

Quick Count Dibayari Munculkan MURI (Musibah Republik Indonesia)

- detikNews
Selasa, 07 Jul 2009 16:36 WIB
Quick Count Dibayari Munculkan MURI (Musibah Republik Indonesia)
Jakarta - Masyarakat diminta mewaspadai lembaga yang melakukan quick count yang dibayari pihak tertentu. Quick count yang dibayari akan menimbulkan musibah bagi bangsa Indonesia.

"Kalau semua quick count benar terbukti ada pemusatan pendanaan, kita akan terkena MURI, yaitu musibah Republik Indonesia," kelakar pakar komunikasi politik Effendi Gazali.

Hal ini dikatakan dalam dalam dialog publik bertajuk "Membedah Akurasi Hasil Survei dan Prediksi Pilpres 2009"  di Rumah Makan Gado-Gado Boplo Jl Gereja Theresia, Menteng, Jakarta, Selasa (7/7/2009).

Pengamat politik LIPI Yudi Latief sebelumnya mencurigai adanya pemusatan pendanaan dalam lembaga survei.

"Kalau Pak Yudi (Yudi Latief) mengatakan ada pemusatan pendanaan pada sejumlah lembaga survei, yakin saja ada perbedaan-perbedaan hasil quick count," kata Effendi. 

Menurut Effendi, warga harus terbiasa mempersiapkan mentalnya karena quick count yang akan dikeluarkan sejumlah lembaga survei berbeda satu sama lain.

Effendi juga mengimbau agar masyarakat jangan mudah percaya pada hasil dominan sejumlah lembaga survei. Dijelaskan, bila ada tiga lembaga survei yang hasilnya sama dan satu lembaga survei yang berbeda bukan berarti harus percaya yang tiga.

"Bisa saja yang benar yang satu karena yang satu independen apalagi jika benar ada pemusatan pendanaan pada sejumlah lembaga survei," ujarnya.

Menurut Effendi, jika nantinya lembaga survei ternyata terbukti salah dalam melakukan survei, maka lembaga survei harus membubarkan diri.

(mpr/iy)


Berita Terkait