"Tim kami telah diminta keluar dari KPU, alasannya ruangan akan dipakai," kata cawapres Prabowo saat menyampaikan orasi politik di kediaman Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2009). Prabowo berbicara setelah Megawati berpidato.
Prabowo mengatakan, karena diusir, tim Mega-Prabowo pun bergegas keluar dari kantor yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat itu. Namun, tim IT tidak akan berhenti untuk membenahi daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan, ide bantuan komputer dan sumber daya manusia (SDM) untuk membenahi DPT muncul karena KPU dinilai sangat lambat.
"Untuk menangani 200 juta penduduk Indonesia, KPU hanya punya 25 komputer. Makanya kami menawarkan 200 komputer tapi katanya ruangannya hanya cukup untuk 80 komputer saja," kata pria yang mengenakan kemeja ala Soekarno dan berpeci hitam ini.
(ken/nrl)











































