Surat Suara Tak Ditambah, KPU Harus Hati-hati di Daerah Urban

Surat Suara Tak Ditambah, KPU Harus Hati-hati di Daerah Urban

- detikNews
Selasa, 07 Jul 2009 11:35 WIB
Surat Suara Tak Ditambah, KPU Harus Hati-hati di Daerah Urban
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menambah surat suara dalam Pilpres kali ini. Padahal penggunaan KTP diprediksi menambah jumlah pemilih. Utamanya penambahan mungkin terjadi di daerah pemukiman padat penduduk.

"KPU harus hati-hati untuk daerah urban, yang secara lebih khusus ada universitas atau sekolah, karena banyak para pelajar dan juga pabrik-pabrik, yang lingkungan padat, banyak masyarakat migran," kata Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (CETRO) Hadar Gumay saat dihubungi melalui telepon, Selasa (7/7/2009).

Walau secara keseluruhan surat suara cukup, tapi untuk di daerah-daerah tertentu bisa saja akan mengalami kekurangan. "Kalau KPU tidak bisa menghandlenya akan ada kemarahan dan protes di tempat yang bersangkutan," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, diperlukan langkah persiapan dan antisipasi oleh KPU yang berkoordinasi dengan petugas pemungutan suara. "Kalau ternyata ramai sekali, maka bisa komunikasi dengan TPS yang kelebihan surat suara. Kalaupun benar membludak dan TPS sekitar jauh, mungkin saja bisa digunakan surat suara fotocopy di tempat itu," tutupnya.

Lebih lanjut dia memprediksi bila Pilpres kali ini, dengan total pemilih terdaftar sekitar 176 juta, tingkat partisipasi masyrakat hanya berkisar pada angka 80 persen.

"Partisipasinya hanya bertambah sedikit dari Pemilu Legislatif lalu yang hanya 71 persen dari 171 juta pemilih. Surat suara secara keseluruhan juga akan cukup, karena di dalam DPT kan ada banyak penggelembungan, pencatatan ganda, orang pindah, belum berusia cukup, dan lain-lain," jelasnya.

Apa yang membuat penambahan ini terjadi? "Demam Pilpres lebih terasa, misalnya saja melalui debat kemarin, informasinya banyak warga yang antusias menyaksikan," tutupnya.

(ndr/iy)


Berita Terkait