Mega-Prabowo Bantah Pemilu 2004 Tidak Netral

Mega-Prabowo Bantah Pemilu 2004 Tidak Netral

- detikNews
Selasa, 07 Jul 2009 07:20 WIB
Mega-Prabowo Bantah Pemilu 2004 Tidak Netral
Jakarta - Presiden SBY mempertanyakan soal ketidakwajaran dalam hal netralitas pada Pemilu 2004 lalu. Tim kampanye pasangan calon presiden Mega-Prabowo membantah pernyataan SBY tersebut.

"Tentang Pemilu 2004, secara tersirat, Presiden SBY seakan menuding bahwa Pemilu 2004 tidak beres, tanpa menjelaskan apa saja yang membuat Pemilu yang mengantarkannya menjadi Presiden RI ke-6, tidak beres. Di sini terjadi insinusiasi terhadap fakta-fakta seputar Pemilu 2004," ujar Tim Kampanye Mega-Prabowo Amran Nasution berdasarkan rilis yang diterima detikcom, Selasa (7/7/2009).

Selain itu, himbauan SBY kepada elite politik agar menghindari melakukan hal-hal yang tidak wajar, seolah-olah memojokkan kandidat capres-cawapres pesaingnya.

"Apa yang terjadi saat ini, kedua pasang kandidat pesaing SBY-Boediono justru memperjuangkan
hak konstituional warga Negara," tegasnya.

Amran mempertanyakan apakah tindakan kedua pasangan capres-cawapres No 1 dan No 3 yang melakukan pembelaan atas hak-hak konstitusional warga negara itu yang disebut sebagai tindakan tidak wajar. Menurutnya, justru belum tentu warga yang tidak tercatat dalam DPT memilih pasangan Mega atau JK.

"Bisa saja mereka memilih nomor dua seperti yang diucap pak Jusuf Kalla," tambahnya.

Lebih lanjut, Amran menuturkan, tanpa adanya kejelasan dari pernyataan SBY, Amran menilai telah terjadi fitnah politik terhadap kedua pesaingnya.

"Bila tindakan pembelaan hak-hak konstitusional warga Negara itu disebut tidak wajar, maka sesungguhnya, presiden secara sengaja maupun tidak sengaja telah melakukan pengebirian hak-hak konstitusional warga Negara," pungkasnya.
(fiq/mok)


Berita Terkait