"Saat diskusi di KPU. Kami juga telah mencoba menghubungi nomor 2, menghubungi Pak Hatta Rajasa. Tapi sampai di situ belum bisa dihubungi," kata Mega di ruang VIP, Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (6/7/2009).
Hal ini, kata Mega, dilakukan agar jangan sampai dorongan yang dilakukan pihaknya dianggap dilatarbelakangi kepentingan pribadi.
"Jangan sampai ini terpikirkan untuk kepentingan nomor 1 dan 3," tegasnya.
Mengenai warning 1x24 jam yang disampaikan pihaknya kepada KPU, Mega mengatakan masih akan melihat perkembangan selanjutnya. Ia pun optimis perbaikan DPT bisa dilakukan dalam waktu yang mepet mengingat penggunaan teknologi yang ada.
"Waktu saya dari KPU menuju MK (siang tadi), tim sukses 1 dan 3 sudah mulai bergerak. Tambah-tambahan komputer mulai dilakukan," ungkapnya.
Sementara itu, terkait putusan MK tentang penggunaan KTP bagi pemilih yang tak terdaftar dalam DPT Pilpres, Mega mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk mensosialisasikan putusan tersebut.
"Kami (PDIP) segera menginstruksikan begitu diskusi dengan MK melihat nuansa positif bakal dikabulkannya uji materi," ceritanya.
(lrn/mok)











































