"Masalah DPT, KPU punya kewajiban jelaskan pada masyarakat. Siapa pun yang punya data yang berbeda, silakan diperbaiki. Begitu saja. Jangan berfikir yang lain-lain, apalagi untuk menunda pemilu, kasihan rakyat," kata Andi di sela-sela mendampingi Presiden SBY meresmikan Visit Lombok-Sumbawa 2012.
Menurut dia, pemilu sudah ditetapkan waktunya tanggal 8 Juli. Jadi tanggal itu harus ditaati. Apalagi semua kontestan telah bersama-sama berkampanye dan meyakinkan rakyat agar memilih.
"Saya baca diĀ detikcom, komentar Arbi Sanit, kalau mereka yang meminta pilpres ditunda, jangan-jangan karena takut kalah. Jangan sampai begitu. Marilah kita semua bersikap sebagai negarawan," katanya.
Yang harus diantisipasi saat ini kata Andi adalah bagaimana supaya Pemilu ini berjalan jujur, adil bebas, rahasia, aman dan damai. Bukan soal DPT.
KPU bersama pemerintah daerah kata Andy telah bekerja keras untuk memperbaiki DPT ini, sejak dipersoalkan pada Pemilu Legislatif lalu. "Yang penting sekarang, mari kita sukseskan pemilu ini dengan baik. Daripada pikir-pikir untuk menunda pemilu. Kita hadapi, siapa yang dipilih rakyat," tandasnya.
Andi berharap semua pihak menghargai apa pun pilihan rakyat. Termasuk juga memilih untuk tidak ikut pemilihan umum.
"Kalau ada masyarakat yang tidak mendaftar ke RT, RW atau ke kelurahan, itu adalah pilihan. Namanya memilih atau tidak memilih itu kan adalah juga hak rakyat," kata Andi.
(djo/djo)











































