Dalam aksinya mereka membawa spanduk yang bertuliskan "Tunda Pilpres 2009". Selain itu, tidak ketinggalan mereka juga menggelar orasi.
"Jika KPU tetap memaksakan menggelar Pilpres pada 8 Juli 2009, maka pasangan capres-cawapres yang harus menunda Pilpres," ujar kordinator aksi Acil Lagoa kepada wartawan.
Acil juga mengungkapkan kecurigaannya atas tidak independennya KPU dalam menyelenggarakan Pilpres. DPR dituntut meminta pertanggungjawaban presiden dan KPU atas kekisruhan Pileg dan Pilpres 2009. KPU pun dituding sebagai alat politik untuk pasangan tertentu.
"Kami berkesimpulan ada kepentingan politik besar di belakang fakta semua ini untuk memenangkan pertarungan di arena pilpres 2009," tandas Acil.
Aksi berlangsung tertib dan damai dalam kawalan puluhan aparat yang menjaga. Sementara di dalam Gedung MK, sedang berlangsung pertemuan antara pasangan capres-cawapres dengan KPU dan MK.
(Rez/iy)











































