"Sesekali santai, tapi lebih banyak seriusnya. Karena memang ini masalah yang sangat mendasar. Yang kami sampaikan bukan persoalan Mega-Prabowo atau JK-Wiranto, tapi persoalan orang banyak," kata Sekretaris Tim Kampanye Mega-Prabowo, Fadli Zon, kepada detikcom, Senin (6/7/2009).
Dalam pertemuan itu, kata Fadli, sempat terjadi bantah-bantahan antara KPU dengan tim kampanye. Di satu sisi tim kampanye dan para capres-cawapres menghendaki agar KPU berani mengambil terobosan hukum dan keputusan politik dengan penggunaan KTP. Sementara di sisi lain KPU mengaku terkendala oleh aturan UU untuk memenuhi permintaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena KPU bersikeras, sementara tim kampanye juga mendesak, pertemuan yang
berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam di ruang Ketua KPU itu berjalan lumayan alot. "Lumayan ada beberapa hal yang alot karena kita lihat KPU tidak berani ambil risiko. Kita maunya KPU mengambil keputusan politik," ungkap Fadli.
Padahal kalau KPU bersedia melakukan terobosan itu, imbuh Fadli, banyak yang akan mendukung. Yang mereka minta adalah demi kepentingan rakyat banyak, bukan hanya demi 2 pasangan capres. Pihaknya juga menjamin akan membela jika nantinya KPU digugat. "Kalau ada yang menggugat kita siap bela," tandasnya.
(sho/nrl)











































