"Insya Allah apabila saya dan Pak Wiranto terpilih, kami akan mengubah paradigma kebangsaan yang lebih baik, bahwa siapa pun dapat memimpin bangsa ini dan setiap pemimpin daerah tidak tergantung dari kelahirannya," terang JK di depan puluhan anggota Masyarakat Tana Toraja, di Slipi 2, Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2009).
Dikatakan dia, saat ini setiap pemimpin daerah terbatas pada asal kelahirannya. Di mana yang memimpin Bone hanya orang Bone, Pacitan hanya orang Pacitan, dan yang memimpin Sumba hanya orang Sumba.
"Saya ingin merubah otonomi yang menjadi terbatas, di mana spirit nasionalisme menjadi spirit kedaerahan yang sangat kental. Kalau saya berhasil spirit nasionalisme akan kembali semakin kuat lagi," janjinya.
Begitu hal tersebut berhasil dilakukan, lanjut JK, maka akan merubah paradigma orang tentang kehidupan ini. Dan paradigma-paradigma yang salah akan dapat diperbaiki.
JK yakin dapat memajukan bangsa lebih cepat karena, menurut dia, bangsa ini kaya akan kekuatan-kekuatan manusianya. Dan yang terpenting dalam memimpin adalah kemampuan dan pengalaman.
"Sekali lagi bukan karena asal kelahiran, tapi siapa yang mampu dan tidak mampu diukur dari pengalamannya," tandas dia.
(nvc/anw)











































