Usai kampanye Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2009) beredar melalui email maupun pesan singkat di telepon selular.
"Di Gelora Bung Karno siang tadi, dalam rangka kampanye SBY-Boediono, lagu kebangsaan Indonesia Raya diubah aransemennya sehingga menyerupai Star Spangled Banner, lagu kebangsaan AS yg pada hari ini (4 Juli) merayakan hari kemerdekaannya. Patutkah aransemen lagu kebangsaan kita Indonesia Raya diubah seperti itu? Atau acara tersebut memang untuk merayakan hari kemerdekaan AS?" demikian salah satu pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagu Indonesia Raya juga dinyanyikan utuh, lengkap dan tartil. Quran saja justru indah kalau dibacakan oleh qori' atau qori'ah. Lagu Indonesia Raya mestinya tidak turun pangkat kalau dinyanyikan oleh penyanyi dengan sedikit tambahan improvisasi indah. Saya yakin sang penyanyi, Rio, juga tidak bermaksud aneh-aneh dan bergaya," ujar Anas dalam pesan singkat ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu.
Menurutnya, lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan Rio Febrian saat membuka kampanye SBY-Boediono di GBK itu tidak mempengaruhi kekhusyuan, kekhidmatan, konsentrasi serta semangat seluruh massa yang hadir di GBK.
"Sebagai yang ikut hadir di GBK, saya menjadi saksi sekaligus semangat keindonesiaan yang mengharu biru seluruh undangan yang hadir. Spirit merah putih hadir dengan sempurna. Kami yakin semangat Indonesia Raya SBY-Boediono, partai pengusung sangatlah solid, utuh dan tidak tertukarkan," tegas Anas.
(nwk/nwk)











































