"Tingkat partisipasi pemilih luar negeri dalam Pilleg kemarin mencapai 22,8 persen. Kami berharap menargetkan dapat meningkat menjadi 60 persen," ujar ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pemilihan Presiden di Aula HAsanuddin, KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (4/7/2009).
Bahkan Hafiz mengatakan, tingkat partisipasi pemilih luar negeri dalam Pilleg yang digelar 9 April 2009 lalu lebih tinggi dari Pilleg yang dilaksanakan pada 2004 yang hanya mencapai 21 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab pada Pilleg, masyarakat Indonesia di luar negeri memilih calon-calon hanya untuk Dapil II DKI Jakarta. Sementara yang bermukim di luar negeri berasal dari berbagai daerah di Jawa, Sumatera dan ada Sulawesi. Tapi diharuskan memilih calon dari Dapil II DKI Jakarta," kata Hafiz.
Sedangkan untuk Pilpres ini, lanjut Hafiz, yang dipilih adalah orang nomor satu dan dua di Indonesia. Capres dan cawapres bukanlah untuk dapil tertentu saja, dan dipilih oleh orang Indonesia dimana saja berada.
"Kita berharap potensi seperti ini bisa menggerakan mereka untuk memilih. Ini yang kita harapkan," pungkas Hafiz.
Jumlah DPT luar negeri untuk pilpres 2009 mencapai 1.133.738 orang dari DPT total sebanyak 176.367.056 orang. Jumlah ini lebih sedikit dari jumlah DPT luar negeri pada pilleg 2009 yang mencapai 1,5 juta.
Di Malaysia, DPT total mencapai 450.969 orang yang terdiri dari DPT Kuala Lumpur 230.084, Johor Bahru 59.510, Kota Kinabalu 34.759, dan Kuching 51.720 orang.
(rmd/nwk)











































