"Saudara harus mengawal TPS (Tempat Pemungutan Suara). Sebelum pemilihan, minta kotak dibuka dulu. Apakah sudah ada kertas suara yang tercontreng di dalamnya saudara-saudara. Banyak pemilih siluman, banyak pemilih hantu, Saudara-saudara," kata Prabowo.
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam kampanye terbukanya bersama Megawati di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (4/7/2009).
Hadir dalam kampanye sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional seperti Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, dan Puan Maharani. Tak ketinggalan juga Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan wakilnya Rustriningsih.
Mantan Danjen Kopassus ini juga mewanti-wanti adanya serangan fajar di detik-detik menjelang Pilpres 8 Juli.
"Kalau Saudara diiming-imingi uang, terima uangnya, tetap contreng nomor satu. Tidak usah bilang terima kasih, itu uang Anda semua, uang rakyat. Mereka korupsi," katanya.
Prabowo memperkirakan 60 ribu pendukung hadir memenuhi kampanye terakhirnya tersebut. Ia pun meminta para pendukung yang hadir untuk menggerakan orang terdekatnya untuk memilih nomor 1.
"Kalau 60 ribu menggerakan 10 orang berarti 600 ribu akan bergerak untuk kita. Sanggup tidak?" teriak Prabowo.
"Pada 8 Juli, kita rebut Republik Indonesia ke tangan rakyat Indonesia," pungkasnya.
(lrn/nwk)











































