Penilaian ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Dodi AmbardiΒ dalam survei tentang 'Debat Capres-Cawapres dan Kecenderungan Sikap Pemilih' di Hotel Sari Pan Pasific, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (4/7/2009).
Survei dilakukan dengan cara wawancara lapangan sejak 30 Juni-2 Juli 2009. Jumlah responden sebanyak 3.100 orang dari 33 provinsi yang dipilih dengan menggunakan teknik multistage random sampling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dianggap menurun sejak 3 Mei 2009, suara pasangan SBY-Boediono tetap paling tinggi sebesar 63 persen. Mega-Prabowo mendapat suara 20 persen, dan JK-Wiranto hanya 11 persen.
"Debat capres-cawapres tak banyak membantu menaikan suara Mega-Prabowo dan JK-Wiranto," kata Dodi.
"Mungkin karena pemilih pada umumnya sudah menentukan pilihan secara kuat sebelum debat dilakukan," tambahnya.
Dodi menilai, kedua lawan SBY harus bekerja ekstra keras menjelang Pilpres. Mereka berdua harus mengalami kenaikan tajam, minimal 10 persen, dalam 4 hari ke depan. "Bila tidak, pilpres satu putaran susah dielakkan," ujarnya.
(mok/gah)











































