Aksi massa ARMKB itu, Sabtu (4/7/2009), dimulai dari Taman Parkir di Jl Abu Bakar Ali, kemudian long marchΒ menuju Kantor Gubernur di Kepatihan Jalan Malioboro dan berakhir di Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati.
Dalam aksi itu, massa ARMKB menolak para capres dan cawapres yangΒ berbau neoliberal. Mereka juga mengecam pernyataan Andi Mallarangeng saat kampanye di Makassar Sulawesi Selatan yang berbau rasisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menegaskan pihaknya menolak keras cara-cara penyampaian hal-hal seperti yang berbau rasisme. "Semua orang berhak menjadi pemimpin Indonesia, dari daerah mana pun dan suku apa pun," kata dia.
Menurut dia, kasus seperti yang terjadi Makassar itu tidak boleh terjadi lagi. Kampanye seharusnya dilakukan dengan santun. Oleh karena itu, dia berharap hukum dapat ditegakkan.
"Pemerintah harus memberikan hukuman atas pernyataan yang dilakukan Andi. Namun saya yakin pemerintah tidak akan melakukan hal itu, pemerintah tampaknya juga mendukung apa yang telah dilontarkan Andi dan pasti tidak akan berbuat apa-apa," kata Rudi.
(bgs/asy)











































