Hasil survei ini disampaikan Direktur Eksekutif LSI, Dodi Ambardi dalam survei tentang 'Debat Capres-Cawapres dan Kecenderungan Sikap Pemilih' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (4/7/2009).
Survei dilakukan dengan cara wawancara lapangan sejak 30 Juni - 2 Juli 2009. Jumlah responden sebanyak 3.100 orang dari 33 provinsi yang dipilih dengan menggunakan teknik multistage random sampling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sekian banyak responden, LSI mengklaim berhasil menganalisa sebanyak 3.034. Margin of error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam surveinya, mayoritas pemilih (64 persen) mengaku pernah menonton debat tersebut. Untuk debat yang terakhir, 2 Juli lalu, LSI tidak menghitungnya.
Dari yang menonton acara itu, pasangan SBY-Boediono dipilih oleh 64 persen. Untuk JK-Wiranto 11 persen, Mega-Prabowo 12 persen. Sisanya (12 persen) menyatakan tidak tahu.
Saat ditanya mengenai hubungan antara debat dan menentukan pilihan, SBY-Boediono dinilai paling pantas menjabat dengan penilaian 63,1 persen. Mega-Prabowo mendapat 19,6 persen, dan JK-Wiranto 10,6 persen. 6,7 persen menjawab tidak tahu.
Survei ini sendiri diakui oleh LSI didanai oleh Fox Indonesia, tim konsultan SBY-Boediono. Namun mereka menjamin tentang kredibilitas hasil survei.
(mok/asy)










































