"Ya dia punya jimat," tutur Ngabalin di sela-sela kampanye capres JK di Bandara Juanda, Surabaya, Sabtu (4/7/2009).
Politisi PBB ini menceritakan, dirinya tahu soal jimat ini karena pada kampanye Pilpres 2004 dirinya sering ikut SBY. Bahkan Ngabalin ikut dalam kunjungan ke sejumlah makam raja-raja yang dikunjungi SBY.
"Dia datangi arwah-arwah dan meminta keselamatan. Tidak terhitung jumlahnya, tidak siang tidak malam," ungkap Ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) ini.
Ngabalin mengatakan, salah satu makam raja yang dikunjungi SBY adalah di Yogyakarta. "Kebiasaan itu sudah mendarah daging, padahal saya sudah ingatkan untuk tidak melakukan itu," jelas Ngabalin.
Ngabalin pun mengungkapkan, di kunjungan Pilpres 2004 berikutnya setelah menegur SBY, dia tidak diikutkan. "Mungkin karena saya negor itu," kata pria yang kerap mengenakan setelan jas necis plus lilitan surban ini
Ali mengungkapkan, SBY punya kalung yang dianggap sebagai jimat. Padahal menurut Ngabalin pakai jimat dilarang oleh agama.
"Barang siapa yang menyimpan atau membawa atau mengalungi alias menggunakan yang dianggap memberikan kekuatan bagi dia itu sama saja dengan menyekutukan Allah dengan barang tersebut," kata Ngabalin sambil mengutip salah satu ayat Al-Quran.
(nik/gah)











































