"Saya minta maaf kepada Pak SBY, Pak Boediono dan terutama juga Ibu Herawati, dan Bapak Wahab (Dalimunthe)," ujar Adi Zein di Bravo Media Centre (BMC), Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu(4/7/2009).
Adi lalu menjelaskan kronologis dia menyebarkan selebaran yang berbuntut panjang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ketemu dengan Sukri lalu diminta fotokopi. Tanpa saya baca langsung saya fotokopi 200 lembar saya bayar 20 ribu," cerita Adi Zain.
Setelah memperbanyak selebaran itu, dia mengaku menyerahkan lagi ke Sukri. Lalu dia ikut membagikan selebaran itu di dalam Asrama Haji sebelum JK tiba.
"Jumlah saya sebar 700 lembar," imbuhnya yang mengaku tak menerima sepeser pun uang dari Sukri atas perbuatannya itu.
Pria yang mengaku bekerja sebagai fisioterapis dan pernah belajar di luar negeri ini, merasa terjebak dalam skenario politik. "Saya hanya orang kecil, tidak tahu apa-apa dan tidak punya motif politis," ungkapnya haru.
Adi yang sudah berstatus terdakwa pencemaran nama baik ini meminta aparat bersikap adil dengan menangkap Sukri juga.
"Saya minta Sukri juga ditangkap. Dia itu anggota Jamaah Al Washliyah dan caleg Hanura nomor 9 yang gagal. Saya bersedia dihukum apa saja asal dia juga ditangkap," pinta pria 56 tahun ini.
Dalam permintaan maaf itu, Adi menyertakan surat permintaan maaf bermaterai yang ditandatangani dirinya.
(Rez/gah)











































