"Saya sempat ditangkap polisi hingga 3 kali. Waktu itu saya mengendarai sendiri dan lupa jalur. Mungkin sudah lama sekali tak bawa mobil sendiri. Polisi pun menyetop dan memperingatkan saya," kata Cawapres Wiranto di Purworejo, Sabtu (4/7/2009).
Sesuai prosedur, ia langsung meminggirkan mobil. Lalu sambil membuka kaca, Pak Polisi pun kaget melihat siapa yang berada di dalam mobil.
"Saya jadi benar-benar merasakan bagaimana susahnya macet-macet di jalan. Bagaimanapun susahnya menjadi masyarakat biasa. Apalagi setelah itu, jalan ditutup karena ada pejabat yang mau lewat. Terdengar suara ngiung-ngiung dan kalau dulu saya tak kenal macet, saat ini saya yang kena macet," jelasnya.
Sebagai anak SD yang serba kekurangan, ia merasa telah siap memimpin bangsa yang sedang kesusahan ini. Hal itu telah diajukan dengan belajar mengawal 3 presiden.
"Jadi saya sudah tahu bagaimana kelebihan dan kekurangan pemimpin mengatur negara. Saya belajar dari situ. Mengambil hikmah. Meski demikian, saya juga siap jadi warga biasa seperti kalau di stop polisi. Ya ikuti prosedur layaknya masyarakat umum ," pungkasnya.
(asp/mad)











































