"Jangan lupa akan kata-kata bijak bahwa Mulutmu adalah Harimaumu," ujar Juru bicara Timses JK-Wiranto, Soehandojo kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).
Pepatah itu sangat tepat diingatkan kepada Juru bicara Presiden SBY lantaran Andi tak mau meminta maaf. "Itu cermin pribadi yang tidak mau introspeksi terhadap kekurangannya. Merasa paling benar, paling hebat," kata Soehandojo lagi.
Sikap Andi itu dianggap sangat bertentangan dengan apa yang selalu didengungkan SBY soal kesantunan. "Dia lupa bahwa sejatinya dia harus mengemban misi dari pemimpinnya untuk berlaku santun dan religius,"imbuhnya.
Soehandojo pun mengingatkan agar Ketua DPP Partai Demokrat itu agar meminta maaf dan berhati-hati mengeluarkan statemen yang bisa berakibat blunder dan melukai perasaan orang lain.
"Mudah-mudahan dongeng Malin Kundang tidak terulang," pungkas mantan Kapuspenkum Kejagung ini.
(Rez/mad)











































