Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan tindakan teror saat pelaksanaan pilpres. "Tempat Imam Samudra tetap kita antisipasi secara maksimal," kata Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Banten Kombes Irwanto di kantornya, Serang, Jumat (3/7/2009).
Menurut Irwanto, meski pihaknya belum menemukan adanya pergerakan di lapangan, tindakan antisipasi tetap dilakukan, termasuk di rumah Imam Samudra. "Kita tidak ingin under estimate, karena (wilayah administratif) kita ini kan jalur lintas orang jalan," jelasnya.
Sementara itu, menurut Direktur Intelijen Polda Banten Kombes Pol Darmawan, langkah antisipasi itu juga dilakukan setelah Ustad Ba'asyir berkunjung ke kediaman Imam Samudra. Ba'asyir diketahui melakukan kegiatan bersama adik Imam Samudra.
"Meskipun secara langsung tidak ada keterkaitan dengan pemilu, namun kita sekali lagi tidak boleh under estimate," ujarnya. "Kita tidak pernah lepas melakukan pemantauan terhadap mereka," pungkas dia.
(nov/asy)











































