relawan SBY-Boediono dalam memberikan dukungan. Menurut Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, iklan kampanye relawan itu sah di alam demokrasi saat ini.
"SBY tidak pernah memerintahkan atau menginstruksikan soal iklan itu," kata anggota Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Panangian Simanungkalit, kepada wartawan di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2009).
Seperti diketahui, dalam debat capres di Balai Sarbini, Kamis (2/7/2009) malam, capres Jusuf Kalla (JK) sempat menyentil tentang iklan kampanye pilpres satu putaran. Bahkan, JK pun sempat menuding kampanye pilpres satu putaran untuk menghemat anggaran semata menilai demokrasi sebatas uang. SBY pun lantas membantah bahwa iklan tersebut dibuat timnya, yang langsung ditanggap JK bahwa iklan itu ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
putaran atau dua putaran itu konstitusional," jelas Panangian lagi.
Di tempat yang sama, anggota Timkamnas SBY-Boediono lainnya, Ramadhan Pohan menilai, pernyataan JK itu sikap reaktif yang dijawab SBY dengan elegan dan tenang. "Sikap SBY itu negarawan. Biarlah rakyat yang menilai. Kita bisa melihat sama-sama bagaimana SBY menjawab pertanyaan siap menang dan siap kalah," kata Ramadhan.
Saat itu SBY menjawab jika kalah dia akan memberi selamat kepada yang menang dan memerintahkan seluruh kadernya untuk mendukung si pemenang. Menurut Ramadhan, jawaban SBY merupakan sikap yang sangat demokratis.
"Jawaban itu sudah sama dengan demokrasi yang ada di Amerika," kata Ramadhan.
(zal/mad)











































