Aksi ini berlangsung di gerbang Tol Reformasi, Makassar (3/7/2009). Aksi ini dijaga oleh aparat Polres Makassar Timur.
Dalam unjuk rasa tersebut, massa yang berjumlah puluhan itu membakar boneka bergambar Andi Mallarangeng. Gara-gara aksi ini, salah satu pelaku pembakaran, Akbar, mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga UNM, diamankan oleh anggota Polres Makassar Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut koordinator aksi mahasiswa UNM, Andi Ayayup, pernyataan Mallarangeng telah melanggar asas kebersamaan dan saling menghargai atau nilai-nilai 'Sipakatau' antar orang-orang Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa suku bangsa. Pernyataan Mallarangeng juga dianggap anti Bhinneka Tunggal Ika dan berpotensi memecah belah suku-suku bangsa yang ada dalam NKRI.
"Sudah banyak alasan untuk SBY memecat Alfian dari timnya dan meminta maaf pada masyarakat Sulsel," pungkas Andi Ayayup.
Dalam pernyataan sikapnya, selain meminta SBY memecat Andi, mereka juga meminta polisi menangkap Andi Mallarangeng yang anti nasionalis.
Terhadap kasus ini, Andi Mallarangeng telah membuat klarifikasi. Dia membantah pernyataan yang beredar di media massa bahwa orang Bugis belum saatnya menjadi presiden. Andi juga telah membantah melecehkan orang Sulsel.
(mna/asy)











































