"Dia mengangguk-angguk saja," kata Andi di sela-sela pertemuan dengan Perhimpunan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dengan SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (3/7/2009). Andi ditanya apakah dirinya mendapat masukan dari SBY setelah Presiden RI itu mengetahui kasusnya. Andi pun tak menjelaskan lebih lanjut apa arti anggukan SBY tersebut.
Sebelumnya, sejumlah rektor dan budayawan Sulsel meminta Andi menyatakan permohonan maaf dan mencabut pernyataannya tersebut. Namun, Andi tetap merasa tidak ada yang salah dari pernyataannya tersebut.
Juru bicara kepresidenan ini pun mengakui reaksi keras dari kampung halamannya tersebut tidak hanya datang kali ini saja.
"Saya memang mendengar ada reaksi-reaksi yang cukup keras di Makassar, ada yang mengharamkan saya kembali ke makassar, tapi sebelum itu pun sudah ada. Ada yang menganggap saya pengkhianat. Bukan orang Sulawesi, karena saya tidak mendukung capres Pak JK yang berasal dari Sulsel," jelasnya.
(lrn/nrl)











































