"Risiko pemimpin itu tidak boleh cuci tangan, tidak boleh melempar tanggung jawab. Risiko bagi pemimpin untuk menghadapi sendiri jika ada masalah," ujar JK.
JK mengatakan itu saat dialog dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa di Ballroom Sun City, Glodok, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2009).
JK juga mengatakan pemimpin haruslah mendedikasikan dirinya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Namun kesalahan dan risiko harus ditanggung sendiri.
Dalam kesempatan ini JK kembali mengutip pernyataan seorang khalifah sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khatab.
"Segala kebaikan yang saya lakukan untuk bangsa dan negara, dan segala kesalahan biar saya dan Pak Wiranto," jelas JK.
(nik/nrl)











































