"Untuk persatuan rektor-rektor, saya melihatnya, ciri khas akademisi kok penuh dengan pertimbangan yang skeptis terhadap apa yang kelihatan. Jangan langsung membaca headline saja lalu komentar," kata Rizal di Bandara Supadio, Pontianak, Jumat (3/7/2009).
Anggota Tim Sukses SBY-Boediono ini pun meminta para rektor untuk menelaah terlebih dahulu pemberitaan soal pernyataan kakaknya itu. Seperti diberitakan, saat berkampanye di GOR Matoangin, Makassar, 1 Juli lalu, Andi Mallarangeng menyatakan orang Bugis bisa saja menjadi presiden, tapi bukan untuk saat ini.
"Tolong ditelaah lebih dalam sebelum bersikap. Menurut saya rektor tugasnya bukan untuk memberi pernyataan poltik, tetapi lebih ke hal-hal yang akademik saja," katanya.
Rizal juga menyatakan siap diundang kapan pun oleh forum rektor untuk berdiskusi terkait pernyataan Andi tersebut.
"Untuk rektor Unhas, salam hormat saya. Kapan pun kami diundang oleh forum rektor, pasti kami datang dan kita akan diskusilah," tuturnya.
"Tapi tolong jangan terlibat dan melibatkan diri dalam forum yang bersifat praktis. Saya yakin rektor kan bacaannya jurnal dan buku-buku yang mendalam, bukan hal-hal yang bersifat praktis seperti ini," ujar pria berkumis ini.
(lrn/nrl)











































