SBY & JK Lolos ke Putaran 2, Mega Ketinggalan

Prediksi Pilpres 2009

SBY & JK Lolos ke Putaran 2, Mega Ketinggalan

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 15:50 WIB
SBY & JK Lolos ke Putaran 2, Mega Ketinggalan
Jakarta - Pemilihan Presiden 2009 tinggal menghitung hari. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto diprediksi bakal lolos ke pemilihan putaran kedua.

Menurut ahli Marketing Politik Universitas Indonesia Firmanzah, perkiraan itu karena SBY dan JK memiliki program-program yang realistis. Sedangkan Megawati akan terganjal karena program ekonomi kerakyatan yang belum jelas.

"Yang bisa lolos ke putaran kedua adalah SBY dan JK. SBY dan JK berimbang, keduanya memiliki pemikiran yang aplikatif. Masing-masing memperjelas positioning yang nyata untuk rakyat," kata Firman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Menurut Firman, posisi SBY dan JK sebagai capres dan cawapres incumbent membuat mereka paham betul keadaan lapangan. Sedangkan Megawati selalu mencari celah sebagai oposisi.

"Beberapa hal yang sama antara Pak SBY dan Pak JK, yang benar-benar berbeda adalah Ibu Mega. Pak SBY dan JK incumbent dan Ibu Mega sebagai oposan," ujar Firman.

Menurut Firman, SBY sudah merealisasikan program-programnya dalam kurun lima tahun. Program SBY pun dinilai populer di mata rakyat.

"Ada janji yang disampaikan Pak SBY lebih konkrit jika dibandingkan Ibu Mega dalam bidang infrastruktur, sektoril, pembangunan, BLT, Kredit Usaha Rakyat," kata Firman.

Sementara itu JK, menurut Firman, selalu inovatif dalam menyusun program kesejahteraan rakyat. Kebijakan JK pun mulai lebih pro rakyat ketimbang bermain di kalangan elit.

"Pak JK selalu kreatif, selalu ada hal-hal baru yang dikeluarkan Pak Jk. Program-program pertanian, bibit, dan produksi pupuk," kata Firman.

Sedangkan Mega, dinilai kurang jelas visi misinya. Langkah apa yang digunakan untuk merealisasikan impiannya pun belum konkrit.

"Ada ganjalan besar dalam kampanye Mega-Prabowo mereka mengusung ekonomi kerakyatan tapi seperti apa yang akan mereka lakukan," kata Firman.

"Marketing politik yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," lanjutnya.
(van/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads