KPU Khawatirkan Gerakan Pengganggu Pilpres

KPU Khawatirkan Gerakan Pengganggu Pilpres

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 14:35 WIB
KPU Khawatirkan Gerakan Pengganggu Pilpres
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkhawatirkan adanya gerakan yang mengganggu pelaksanaan Pilpres 2009. Jika benar-benar muncul, gerakan ini diprediksikan bakal memanfaatkan persoalan daftar pemilih yang masih bermasalah.

"Meski kita nggak mau curiga tapi ada kekhawatiran, ada orang yang sengaja melakukan gerakan di hari pemungutan suara. Sebab, saya dengar dari daerah ada orang yang tidak mau mendaftar dan tidak mau didaftar. Didatangi 5 kali selalu tidak ada," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2009).

Hafiz khawatir orang-orang semacam itu memang sengaja hendak mengacau. Dengan alasan memiliki hak pilih namun tidak terdaftar, mereka bisa saja hadir di TPS saat pemungutan suara dan membuat kekacauan. Padahal KPU telah berupaya untuk mendata mereka.

Hafiz juga khawatir munculnya demo-demo pesanan. Dia pernah mendengar adanya sekelompok orang yang memang menyediakan servis atau layanan demo. Orang-orang itu mematok harga sesuai permintaan.

"Kalau yang murah cuma Rp 50 ribu. Kalau Rp 100 ribu mereka siap pasang badan," tutur Hafiz.

Kelompok semacam ini bersedia berdemo untuk siapa saja, tergantung bayaran. "Kalau ada 2 kelompok berseteru, pagi mereka bela kelompok yang satu, sore mereka bela kelompok satunya lagi. Orang yang demo sama tapi isunya berbeda," terang Hafiz.

KPU, kata Hafiz, telah berkoordinasi dengan BIN untuk mengamankan Pilpres. Mereka akan memberi perhatian khusus pada daerah-daerah yang rawan. Namun Hafiz tidak menyebut mana saja daerah rawan yang dimaksud.

(sho/aan)


Berita Terkait