"Tolong dilihat konteksnya. Pak JK seharusnya mendinginkan suasana, jika ada yang keliru bukannya memanaskan," ujar Rizal di sela-sela kampanye cawapres Boediono di Bandara Supadio, Kalimantan Barat, Jumat (3/7/2009).
Rizal menegaskan pernyataan Andi hanyalah sebuah candaan. Pernyataan Andi bermaksud bahwa pemimpin harus dilihat dari prinsip dan kemampuannya, bukan latar belakangnya.
"Kemarin dia kan hanya bercanda mengatakan orang Bugis boleh jadi presiden tapi belum saatnya, itu nanti 2014. Tapi saat itu dia kan hanya bercanda," kata Rizal yang akrab disapa Cheli ini.
Bahkan Rizal menuding, JK mendorong tim kampanyenya ke tindakan negatif. Pola itu hampir sama dengan selebaran Herawati Boediono yang disebut beragama Katolik di Medan.
"Saya tidak menuduh, tapi kok kelihatannya kemarin itu kelompok pendukung JK-Wiranto yang berada di balik isu ini. Polanya hampir sama dengan yang di Medan," tudingnya.
(nik/nrl)











































