"Kami mendukung karena adanya komitmen yang menguntungkan kaum buruh dari
pasangan tersebut," ujar Ketua Umum Federasi Serikat Perkerja Nasional
(FSPN) Bambang Wirahyoso di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jumat
(3/7/2009).
Meski begitu, Bambang mengatakan bahwa proses dukungan ini hanya dilakukan
oleh para pimpinan serikat buruh, bukan dengan atas nama buruh.
"Pada akhirnya kita harus menentukan pilihan," cetusnya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan dukungan kepada pasangan nomor urut dua
ini didasarkan pada komitmen penegakan hukum tentang regulasi ketenagakerjaan yang dilakukannya.
"Mereka juga punya komitmen untuk menerapkan standar upah sesuai dengan
kebutuhan hak hidup layak," jelasnya.
Dalam pernyataannya tersebut, Bambang mengakui alasan-alasan yang diberikan masih bersifat normatif.
"Normatif saja tidak bisa dilaksanakan, outsourcing itu yang kita tolak,"
pungkasnya.
Pada pernyataan dukungan ini, tercatat nama Jumhur Hidayat selaku ketua
Gasperimdo (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia),dan juga
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
(fiq/lrn)











































