"Iklan satu putaran adalah tindakan yang kebablasan dan mendahului takdir," tutur Din.
Din mengatakan itu ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (3/7/2009).
Menurut Din, pemaksaan pemilu satu putaran bisa mencederai demokrasi.
Din juga menuding lembaga yang mengiklankan satu putaran adalah lembaga yang berkedok ilmiah. "Ada lembaga berkedok ilmiah lalu memaksakan satu putaran terjadi," sindir Din.
Bahkan, Din curiga jika pemilu satu putaran dipaksakan, rakyat akan kecewa dengan salah satu pasangan capres dan cawapres tertentu.
"Dengan pemaksaan seperti ini jangan-jangan rakyat akan cenderung memilih nomor 1 atau nomor 3," tegas Din.
Dalam acara peresmian yang dilakukan capres JK ini, hadir juga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
(nik/nrl)











































