Selebaran yang berjudul 'Apa PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik?'menyebar hampir disemua pelosok. Pihak kader Partai Keadilan Sejehtera (PKS) Sumenep merasa terkejut dan kecewa dengan merebaknya selebaran yang bernuansa fitnah itu.
Ketua DPD PKS Kabupaten Sumenep, Moh Readi menjelaskan, selebaran yang isinya mengkafirkan seseorang sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.Sebab, yang mengkafirkan orang berarti yang bersangkutan yang tergolong orang-orang kafir.
"Penyebar selebaran itu orang yang sengaja merusak demokrasi dan mengancam persatuan umat," tegas Readi pada wartawan di kantornya, Jalan Hoscokro Aminoto, Sumenep, Jumat (3/7/2009).
Readi meminta pihak Panwaslu Sumenep melakukan pengusutan terhadap penyebarselebaran yang juga sempat menghebohkan di luar Madura.
"Pelaku selebaran itu tidak bisa dibiarkan karena sangat membahayakan menjelang detik-detik Pilpres," ungkapnya.
Meski demikian, Readi tetap optimistis kader dan simpatisan pasangan calon SBY-Boediono tetap tidak akan berpindah pilihan pada Pilpres 8 Juli mendatang.
Sementara Anggota Panwaslu Kabupaten Sumenep, Ach Rifa'ie mengaku akan melakukan pengawasan dan penyelidikan siapa pelaku penyebar kampanye yang bernuansa kampanye hitam tersebut.
"Kalau nanti ketamu siapa yang menyebarkan tentunya akan diproses dan akan dilimpahkan pada polisi," tegas Rifa'ie yang dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2009).
(yid/ndr)











































